Kampus Hijau Universitas Solo: Upaya dalam Menjaga Lingkungan dan Keberlanjutan
Kampus hijau telah menjadi tren di kalangan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Solo. Kampus hijau mengacu pada upaya untuk menjaga lingkungan dan keberlanjutan melalui pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Hal ini merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.
Menurut Prof. Dr. Dwi Ardiansyah, Rektor Universitas Solo, kampus hijau bukan hanya sekedar konsep, tetapi juga sebuah komitmen untuk bertindak nyata dalam menjaga lingkungan. “Kampus hijau Universitas Solo bukan hanya tentang penanaman pohon dan pengelolaan sampah, tetapi juga mencakup kebijakan penghematan energi, penggunaan transportasi ramah lingkungan, dan edukasi lingkungan bagi seluruh civitas academica,” ujarnya.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan oleh Universitas Solo dalam menjaga lingkungan adalah dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Menurut Dr. Anita Wijayanti, Ketua Program Lingkungan Hidup Universitas Solo, penggunaan plastik sekali pakai menjadi salah satu penyebab utama polusi lingkungan. “Kami telah mengganti kantin kampus dengan menggunakan wadah ramah lingkungan, serta memberlakukan kebijakan penggunaan tumbler dan botol minum reusable di seluruh area kampus,” ungkapnya.
Selain itu, Universitas Solo juga aktif dalam penanaman pohon dan penghijauan kampus. Menurut Dr. Budi Santoso, Ketua Divisi Kehutanan Universitas Solo, penanaman pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi emisi karbon dioksida. “Kami telah menanam ribuan pohon di area kampus, dan terus melakukan monitoring untuk memastikan kelangsungan hidupnya,” tuturnya.
Dalam upaya menjaga keberlanjutan, kerjasama lintas sektor juga menjadi kunci. Menurut Dra. Ida Ayu Indah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo, kampus hijau Universitas Solo dapat menjadi contoh bagi institusi lain dalam menjaga lingkungan. “Kami sangat mendukung upaya Universitas Solo dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan, serta siap untuk berkolaborasi dalam berbagai program lingkungan,” katanya.
Dengan berbagai upaya nyata yang dilakukan, kampus hijau Universitas Solo terus berkomitmen untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan. Diharapkan langkah-langkah ini dapat menginspirasi institusi lain untuk turut berkontribusi dalam melindungi bumi kita. Semoga kampus hijau tidak hanya menjadi tren, tetapi juga gaya hidup bagi seluruh masyarakat.